Ada misi sederhana yang ingin penulis
capai dengan buku ini yaitu tujuan utama menulis buku ini adalah untuk
memberikan bahan bacaan bagi mahasiswa yang menempuh mata kuliah Salesmanship
& Negosiasi Bisnis, dan juga diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil yang ingin
memajukan bidang usahanya menjadi lebih baik sehingga mampu bersaing dan
memiliki daya nilai jual di pasar dan mampu berkembang sesuai harap pelaku
usaha. Sebenarnya sudah cukup banyak buku yang beredar di pasar buku yang
bertujuan untuk memberikan dan meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka
dalam mengelola, mengatur dan lebih fokus dalam menjalankan kegiatan usaha
secara efektif. Buku ini ditulis sebagai pelengkap buku yang sudah ada di
pasaran, sebagai media baca bagi pelaku usaha kecil sehingga mereka menjadi
lebih paham dalam melakukan pengembangan, perbaikan dan kreatifitas ketika
mereka memproduksi produknya melalui label, kemasan dan jaringan penjualan.
Harapan penulis dengan membuat atau menulis buku ini dapat dibaca dan
dipelajari oleh pelaku usaha kecil dan P-IRT yang selama ini menjalankan
usahanya masih dengan cara tradisional dalam mengemas produknya yang dipasarkan
kepada konsumen. Sehingga ke depan, pelaku usaha kecil punya gambaran dan
persepsi yang lebih baik dalam menyajikan, menampilkan produk mereka dengan
membenahi label dan kemasan produknya serta mampu meningkatkan kerjasama sesama
pelaku usaha kecil dalam membangun jaringan penjualan mereka. Selain pelaku
usaha kecil, buku ini mungkin cocok dibaca bagi khususnya anggota koperasi yang
ingin memiliki usaha sendiri secara mandiri, terutama yang berkaitan dengan
masalah labe, kemasan dan jaringan penjualannya. Berdasar hal tersebut di atas,
buku ini disusun bersumber dari rangkuman berbagai materi pelatihan yang selama
ini diberikan kepada anggota koperasi yang menjadi pelaku usaha kecil terutama
yang ada keterkaitan dan hubungannya dengan motivasi bagi anggota koperasi
dalam membangun usaha kecil dalam upaya meningkatkan kesejahteraan di
lingkungan usaha dan keluarga. Topik atau materi lain yang dijadikan bahan
dalam kegiatan pelatihan sebagai narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada
masyarakat meliputi : penyuluhan sekaligus pelatihan dalam mendisain label bagi
produk usaha kecil yang selama ini masih terbilang tertinggal dibandingkan
produk industri modern, melalui perbaikan label maka akan terbuka peluang yang
lebih baik bagi industri produk pangan rumahan atau pangan industri rumah tangga
yang semakin hari semakin pesat perkembangannya. Selain itu, perbaikan disain
pada label produk makanan akan mampu memberikan nilai tambah dan daya saing
produk tersebut bagi konsumen dan pasar yang lebih luas. Bidang lain yang
menjadi fokus dalam perbaikan produk industri rumah tangga adalah perbaikan
bahan, bentuk dan disain kemasan. Seperti produk : kerupuk, terasi, jamu
tradisional, makanan/kue kering dan berbagai bentuk makanan olahan lainnya yang
kesemuanya dihasilkan oleh pelaku usaha kecil yang menjadi anggota koperasi.
Pada materi yang lain juga disajikan mengenai pelatihan penggunaan internet
sebagai sarana penjualan online bagi produk anggota koperasi, namun penjualan
online lebih menekankan pada penggunaan media sosial yang sekarang semakin
ngetrend penggunaannya dikalangan pelaku usaha, media sosial yang disajikan
disini sebagai sarana dalam penjualan online adalah Istagram dan Google Plus.
Materi terakhir pada buku ini, adalah bahasan mengenai membentuk jaringan usaha
bagi pelaku usaha kecil dalam memperluas pasar dan jalinan kerjasama diantara
pelaku usaha kecil tersebut, sehingga terbuka peluang dan manfaat yang dapat
diambil dengan adanya jaringan usaha tersebut. Kemajuan penggunaan media online
tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi
yang berkembang belakangan ini. Dengan perkembangan teknologi tersebut
diharapkan membawa dampak positif bagi kemajuan usaha khususnya dikalangan
pelaku usaha kecil (P-IRT). Dengan jaringan usaha, pelaku usaha kecil memiliki
peluang lebih besar dalam memperluas pasarnya, sehingga konsumen yang mereka
layani tidak dibatasi oleh ruang, tempat dan waktu. Mengembangkan usaha di era
modern, memang membutuhkan sebuah keberanian untuk maju, walau awalnya terlihat
sulit, namun dengan menggunakan jaringan usaha, sesama pelaku usaha kecil akan
dapat saling bertukar komoditi dan produknya untuk saling bertukar pasar secara
jangka panjang, yang pada akhirnya akan memperluas pasar mereka masing-masing.